Langsung ke konten utama

BIOGRAFI IBU SUSI PUDJIASTUTI ( beserta motivasi )



Nama : Susi Pudjiastuti
Lahir : Pangandaran, Jawa Barat, 15 Januari 1965
Agama : Islam
Orang Tua : Haji Ahmad Karlan (ayah), Hajjah Suwuh Lasminah (ibu)
Suami : Yoyok Yudi Suharyo (Ex), Daniel Kaiser (Ex), Christian von Strombeck
Anak : Nadine Kaiser, Alvy Xavier, Panji Hilmansyah


wanita 53 tahun asal pangandaran yang sekarang adalah menteri kelautan dan perikanan kabinet kerja 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo. Keluarga dari Susi Pudjiastuti merupakan adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah.
Hal yang menarik dari Susi Pudjiastuti adalah ia hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah karena keputusannya untuk terjun kedunia bisnis. Seputus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983. Bisnisnya berkembang hingga pada tahun 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek “Susi Brand.”Bisnis pengolahan ikan ini pun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika. Karena hal ini, susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar. Diketahui pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian. satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004. Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera. Perusahaannya memiliki 32 pesawat Cessna Grand Caravan, 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond star dan 1 buah pesawat Diamond Twin star. Sekarang Susi Air memiliki 49 dan mengoperasikan 50 pesawat terbang beragam jenis.
Dalam biografi Susi Pudjiastuti, diketahui bahwa ia sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck. Dari pernikahan-pernikahannya, ia memiliki tiga orang anak, Panji Hilmansyah, Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser), dan Alvy Xavier.
Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja  joko widodo dan jusuf Kalla, yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014. Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan. Serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis. Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan  Menteri Susi Pudjiastuti merupakan sosok yang tegas seperti keputusan tegasnya dalam memberantas pencurian ikan yang sering terjadi di wilayah perairan nusantara serta usahanya dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu ia juga sangat mahir dalam berbahasa inggris., sesuatu yang tidak lazim dimiliki oleh menteri Indonesia.
Beberapa penghargaan yang beliau dapat :  
     
·         Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005
·         Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005  Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006
·         Metro TV Award for Economics-2006,
Dari biografi tersebut kita tau bahwa bu susi bukan lah seorang sarjan yang memiliki banyak gelar dia hanya wanita biasa yang putus sekolah,  dari situ kita belajar bahwa kesuksesan orang tidak hanya diukur dari pendidikan yang ia dapat melainkan bagaimana usaha kita dan komitmen yang ia jalanni dengan konsisten , karena setia usaha dan doa tidak akan menghianati hasil, seperti apa yang di bilang ibu susi :
Orang yang meraih kesuksesan tidak selalu orang yang pintar, tapi orang yang selalu meraih kesuksesan adalah orang yang gigih dan pantang menyerah. Bagaimana caranya mewujudkan Impian agar sukses, Kunci Suksesnya adalah Komitmen dengan apa yang kita jalani.”


Komentar

Pada baca ini nih

Hallo Madinah ! ( Jihan's Spiritual Journey ) Part 2

   Sampailah dimana tanggal gw berangkat umroh, yak bus gw jam 8 pagi dan gw baru tidur ja 2 pagi karena ada beberapa kendala di warung sehari sebelum gw bakalan berangkat ke saudi.  Tapi itu semua bisa diselesaikan dengan baik dan karena di hari sebelumnya gw udah nyicil buat packing, dan bisa diakui gw anak nya ga gitu neko neko jadi pac, nah di hari gw berangkat itu packing gw cukup simple dan menyeluruh ( dan karena gw juga udah nyiapin catetan apa yang harus dibawa juga dari jauh jauh hari.)  Perjalanan dari Irbid ke Madinah kurang lebih 15 jam di luar istirahat rest area dan pengecekan barang di bagian imigrasi. Dan kerennya, gw ga bawa powerbank padahal batre gw cukup boros xixixi, jujur sebenernya gw agak panik tadinya tapi untungnya ga masalah sih, karena aku ga terlalu sering buka hp juga.  H-3 sebelum berangkat gw udah buat meal preparation untuk perjalanan panjang ini, berupa nasi ayam goreng daun jeruk dengan tumis sawi, aku juga bawa beberapa buah ...

Lost In Terminal - ( Jihan's Spiritual Journey) part 9

  Pikiran gw udah bener bener kemana mana dan gw langsung mikir duit gw riyal gw udah sekarat dan sekarang gimana.. Gw ga sadar muka gw yg udah pucet langsung berlinang air mata menangis bingung tapi disitulah allah tidak pernah membiarkan hambanya kesulitan.. Gw ga tau tapi menurut gw ini ajaib banget dari banyak nya pekerja imigran di arab saudi ini.. Ternyata di terminal itu ada salah satu pekerja.. Dan beliau orang indonesia.. Lebih tepatnya orang madura..  Namanya pak jamal, beliau langsung nyamperin aku dan berusaha nenangin aku sambil menggeledah semua barang bawaaan ku barang kali ada passpor nyempil.. Tapi gw yakin banget paspor itu cuma gw taro di tas itu doang.. Akhirnya gw diajak masuk keruangan dan pak jamal berusaha menenangkan gw.. Beliau manggil teman temannya untuk nanya gimana penyelesaian masalah gw ini.., gw langsung ceritain keadaan gw dan gw inget agak mustahil kalo dokumen ini ketinggalan di hotel atau dar gw karena emang ga pernah gw turunin , even pas ...

Berharap Diantar, Malah Terlantar ( Jihan's Spiritual Journey ) part 10

  Akhirnya paspor gw jadi coy.. Dengan foto baru dan nomor baru.. Huft, dann bayar denda yang sgt mahal juga huft.. Untungnya selama di mekkah aku sempat tidurnya di hotel dan biaya makan nya dari hotel jadi masih ada saving money buat bayar denda paspor inieh..  . Sampai lah di perjalanan Pulang ke Tanah Orang… Bisa dlihat ini perjalanan nya harusnya 17jam 36 menit ya guys yah, tapi ini belum sama ke rest area bisa 4x mungkin harusnya 27jam yah normalnya..  Di awal perjalanan semua teras lancar, aku pamitan sama orang orang terminal, huft sedih banget guys karena ternyata seru banget disana wkwk.. Aku berangkat jam 4 kurang dan sampai besok nya g ada terjadi apa ap akarena emang yang lama perjalanan dari mekkah sampai ke perbatasan saudi..  ( ini buka puas di bus, untungnya 30 menit sebelum berangkat sempet buat goreng tahu dan masak bakso kecap, dan dibawain perbekalan cukup banyak oleh pak jamal hehe)  ( menjadi satu satunya orang asia tenggara di bus kala it...